Menyapi dengan kasih Ibu
Hallo moms...
Cerita kali ini akak membahas tentang menyapih.
Yass. Menyapih bukan hanya sekedar melepas asi. Menyapih bukan hanya sekedar tentang anak, tetapi juga tentang keikhlasan Ibu dan tanggung jawab Bapak.
Setiap Ibu pasti ingin selalu mendekap dengan kasih anak tercintanya, apalagi Damar merupakan anak pertama saya.
Day one.
Menyapih saya mulai sejak damar berusia 21 Bulan. Lebih awal saya mulai sebelum 24 bulan, karena sebelumnya Damar susah sekali untuk peralihan dari asi ke sufor.
Semua jenih merk sufor sudah saya coba.
Pilihan Damar jatuh pada merk danc**.
Segala bentuk dot jugga sudah dicoba.
Memang Damar lebih suka rasa Asi sekalipun itu bukan langsung dbf. Karena saya working mom jadi ya harus pumping. Setiap harinya pagi hinggga sore Damar meminum asip.
Sore hinggga malam Damar akan dbf.
Hari pertama belum cukup begitu lancar.
Siang minum dufor tetapi hanya beberapa ml saja.
Nah!!! Drama dimulai sejak mau tidur malam.
Makan malam sudah
Sufor jelas menolak
Di ajak bermain hingga malaam, berharap Damar lelah dan mengantuk akhrnta tertidur.
Ternyata salah, Damar malah menangis sejadi jadinya.
Sudah di gendong kesana kemari tetap Damar menolak tidur.
Akhirnya ibu menyerah karena terlalu lama mendengar Damar menangis dan merengek.
Dbf sebentar langsung tidur.
Malam hari saya tidurnya terpisah dengan Damar.
Sukses hingga pukul 04.00.
Menjelang subuh, merengeklah Damar.
Tugas Bapak nih berperan banget.
Mulai digendong Bapaknya. Ternyata gagal!!
Berujung bermain hingga pagi.
Ya itulah pengalaman hari pertama proses menyapih Damar.
Ditunggu episode selanjutnya ya.
Semangat para Ibu
Kasih Ibu tidak akan pernah berkurang untuk Damar.